Kamis, 04 Februari 2010

SEPEDA GUNUNG (MTB) RAKITAN – GIANT ATX 9 ALL TERRAIN CROSS COANTRY


Total Harga : Rp. 4.500.000
Sepeda MTB Rakitan Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry
Tips membeli sepeda pada dasarnya ada dua macam, membeli jadi (fullbike) dan merakit sendiri. Hal tersebut berlaku ketika kita ingin memiliki sepeda gunung (MTB) maupun sepeda balap (roadbike). Membeli sepeda jadi atau fullbike memberikan keuntungan sendiri karena kita tidak perlu repot untuk memilih spesifikasi komponen yang akan kita gunakan.

Banyak orang merasa lebih puas dengan merakit sepeda sendiri meski dana yang dikeluarkan lebih banyak atau bahkan lebih hemat, keuntungan merakit sendiri sepeda yang kita diantaranya adalah kita bisa memilih komponen-komponen sepeda sesuai dengan yang kita inginkan. Kenapa orang tidak membeli fullbike? adakalanya sepeda yang diinginkan terdapat komponen yang kurang pas dengan keinginan kita, misal kita ingin membeli sepeda merek polygon akan tetapi komponen (grupset) dsbnya ingin kita rubah dengan komponen yang lebih murah atau bahkan lebih mahal.

Selain sepeda rakitan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita, dengan merakit sepeda sendiri, pengalaman kita dalam merakit dan mengetahui detail sepeda yang akan kita rakit semakin bertambah. Dengan berbekal pengalaman tersebut jika terjadi sesuatu yang kurang pas pada sepeda rakitan yang kita buat, kita dapat memperbaikinya sendiri dan tentunya akan sangat mengirit dana (budget) yang kita keluarkan untuk sebuah sepeda.

Berikut zonasepeda mencoba mereview sepeda gunung (MTB) rakitan dengan Frame Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry, kunci utama dalam merakit sendiri sepeda gunung adalah sesuaikan dengan budget kita jangan sampai membengkak karena adanya komponen yang terlalu mahal sehingga komponen lain tidak terbeli.

Jika kita merakit sebuah sepeda gunung modal dasarnya adalah frame (rangka) sepeda gunung, frame sangat vital dalam sebuah sepeda karena selain sangat berpengaruh pada kenyamanan, frame merupakan pondasi dari sebuah sepeda gunung.

Sesuaikan ukuran frame dengan ukuran kita, rata-rata orang indonesia menggunakan ukuran frame 16-20 untuk dewasa, sepeda gunung mtb yang akan kami ulas menggunakan frame dengan ukuran 16.

Dengan dana 4,5 jt sepeda berhasil di bangun dengan frame Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry (generic) warna hitam, grupset menggunkan Shimano. Untuk Roda (Wheelset) menggunakan alexrims.

Berikut spesifikasi Sepeda gunung Rakitan – Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry.


Frame : Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry
SL 6000 series aluxx superlight allumunium Alloy.
FORK : RST GILA Rapid Suspension
BB : -
BRAKE LEVERS : Shimano V-brakes
BRAKES F/R : Bengal
CHAIN : -
CHAINWHEEL : Shimano
DERAILLEURS F/R : Shimano Alivio/Shimano Altus
HANDLEBAR : Kalloy 6061 PG
STEM : Zoom
HEADSET : -
HUBS : B
PEDALS : Shimano
RIMS : AlexRims
SADDLE : Selle Royale Energy
SEAT CLAMP : -
SEATPOST : Kalloy
SHIFTER F/R : 3 Speed Shimano/8 Speed Shimano include brake levers
TIRE F/R : Kenda

Dengan spesifikasi diatas sepeda rakitan dengan frame generic ATX 9 All Terrain Cross Coantry telah siap untuk digunakan, Rider zonasepeda Arifin mencoba untuk offroad dan downhill dengan medan yang tidak terlalu ekstrim. Hasilnya cukup memuaskan, penyesuaian lebih pada suspensi depan dan jenis ban, untuk jenis ban jika lebih banyak digunakan untuk keseharian bisa dipilih ban dengan tapak tidak terlalu besar sehingga tetap enjoy meski di kendarai di jalan aspal.

Jadi tunggu apa lagi mari bersepeda, jika dana berlebih atau kurang tidak menjadi masalah. Merakit sepeda adalah hal yang mengasikkan, jika peralatan untuk merakit (toolset dsbnya) tidak ada, kita dapat mempercayakan perakitan pada Toko sepeda langganan kita. Happy Genjot..

Kamis, 30 Juli 2009

PROFIL DESAINER BLOG BT COMM

karena gaptek dan tua-tua untuk urusan desain blog dibantu teman yang satu ini. namanya farid. sayang sepedanya dipinjam orang, sampai sekarang gak kembali (ilang rek).

Rabu, 29 Juli 2009

KENAPA BERSEPEDA GUNUNG?

Beragam alasan mengapa orang bersepeda gunung baik di medan off-road maupun on-road dalam kota. Ada yang beralasan menjaga kesehatan atau berolah-raga, sekedar hobi, kebutuhan tranportasi yang ekonomis, mencari nafkah, mengejar prestasi melalui perlombaan, meningkatkan pergaulan, maupun yang sekedar mengikuti tren bersepeda gunung.

Cobalah, sekali-sekali berkunjung kelokasi trek Bukit Holliwood gresik yang terletak di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik, pada hari sabtu, minggu atau libur; maka akan ditemui banyak pesepeda gunung dengan beragam alasannya. Ada yang menyempatkan waktunya mampir kesini untuk mencicipi trek yang dibuat oleh teman-teman BT Community.

Bersepeda gunung tidak lagi hanya popular untuk kegiatan off-road melainkan juga sebagai sarana transportasi dalam kota (b2w = bike-to-work), khususnya mereka yang peduli dengan keadaan polusi udara, kemacetan yang semakin parah, hingga alasan kebutuhan transportasi yang terjangkau. Bersepeda gunung kinipun telah dilirik sebagai sarana pergaulan yang tidak mengenal “kasta”, dimana penggemar bersepeda gunung kini telah diminati mulai dari office-boy, karyawan biasa, manajer hingga pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah, dari bupati hingga pejabat teras pemerintah, dari pegawai biasa hingga pemilik perusahaan.

Semuanya bergabung dan menyatu ketika roda sepeda mulai menggelinding, “kasta”pun akhirnya ditentukan oleh dengkul dan nafas. (korlap)

Jumat, 16 Januari 2009

BAGI YANG SUKA MAKANAN GORENGAN

Temenku punya pengalaman, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik ke penggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, baru pecel lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy= renyah) serem yaaaaaaaaaa !!!

Kepada semua Tolong baca ini. Ini adalah kisah nyata dari Malaysia.

Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairka & (melted) ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Pamanku tidak dapat menjelaskan kenapa. Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kamimempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah. Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).

Di Kamerun
Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar pukul 3 sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian saya… di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang didalam nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut. Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick) didalam botol plastik tersebut, segera meminta keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem. Dari sepedaku.com (Korlap).

Rabu, 31 Desember 2008

TOUR KEBUN TEH

Yuk kita pulang ! ! begitulah bebek-bebek BT Comm menyelesaikan etape yang melelahkan. (korlap)
Ketika Istirahat, wajah-wajah ceria mejeng di lereng Arjuno (dibelakang kelihatan punggung G Arjuno (korlap)
Belum Tua , Benar2 Tua, dan Baru akan Tua, semuanya tersenyum menikmati nggenjot di tengah kebun teh (korlap)
Etape I pertama sudah ketemu tanjakan yang berbatuan dengan nafas yang sudah ngos-ngos an pantang untuk kembali (korlap)



Selasa, 30 Desember 2008

Woro-woro Lagi

Sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama, dimohon kehadiran seluruh punggawa BT Community dalam acara night rider yang akan dilaksanakan tanggal 31 Desember 2008 pukul 19.30 WIB bertempat di Graha Sarana PT Petrokimia Gresik. Jangan lupa membawa kelengkapan bersepeda (lampu, jas hujan dll). Acara akan diawali dengan bersepeda bersama menyusuri rute off road yang biasa dilewati dan kembali ke Gedung Tri Dharma untuk makan malam bersama dan juga akan di isi berbagai acara sambil menunggu pergantian tahun baru 2009. Dan seperti biasa, ada doorprice menarik yang siap dibagikan. So harus datang ya (Ko2k)