Rabu, 10 Februari 2010

TIPS MERAWAT SEPEDA GUNUNG

Bersepeda akan terasa nyaman jika sepeda yang kita kendarai selalu dalam kondisi bagus, bagaimana merawat sepeda gunung MTB agar selalu dalam performa maximum. Salah satu cara adalah dengan selalu mencucinya, mencuci sepeda gunung akan membuat sepeda bersih dari kotoran yang mengganggu kinerja dan performa optimal sepeda gunung kita.

Berikut merupakan
Tips dan Trik untuk merawat sepeda gunung dengan cara mencuci sepeda MTB dengan benar, tips dan trik ini memberikan teknik membersihkan MTB mulai dari sadel hingga sistem pengereman. Keseluruhan proses dapat di lakukan tidak kurang dari 35 – 40 menit.

Berikut langkah-langkah mencuci sepeda MTB dengan baik dan benar :
1. Lepas semua aksesoris yang berada di handle bar (stang), misal : bel, lampu, spidometer dll. Jika anda menggunakan V brakes lepas kabel penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers. Teknik melepas kabel v brakes ini berlaku juga jika anda menggunakan V brakes pada roda belakang.

2. Putar balik sepeda anda, untuk menghidari lecet pada sadel dan grips kita dapat memakai alas yang tidak terlalu keras dan empuk misal kita dapat menggunakan matras dengan ketebalan 5mm.
Cara membalik sepeda dengan benar adalah anda berdiri di samping sepeda pegang bagian suspensi depan (down tube) dan satu tangan memegang seat pos (dudukan sadel). Kemudian putar secara perlahan hingga sepeda terbalik.

3. Melepas roda depan dan belakang, buka pengencang as roda depan dengan membukan klip pengunci jika ada, jika sepeda anda tidak menggunakan klip, anda harus menggunakan kunci pas sesuai dengan ukuran baut yang di gunakan sebagai pengunci as roda depan.
Untuk melepas Roda belakang, lepas pengencang as roda belakang, tarik kebelakang sistem pemindah gigi (RD) rear derailleur secukupnya sehingga roda belakang bisa di tarik keatas dan terlepas.

4. Membersikan sistem penggerak (rantai, gir, pedal, rear derailleur). Siapkan sikat dan air bersabun. Mulailah menyikat RD dengan sikat yang telah di basahi air sabun, untuk membersikan rantai gunakan lap kain yang lembut, basahi lap tersebut dengan air sabun putar rantai dengan memutar pedal anda kedepan sehingga rantai berputar. Tempelkan lap pada rantai sepeda anda sehingga kotoran yang ada menempel pada lap tadi.
Lanjutkan dengan membersikan Crank (gir depan, lengan pedal dan pedal) dengan sikat yang sudah di basahi dengan air sabun, sikat secara merata dan teliti sehingga semua bagian penggerak depan terkena air sabun dan kotoran terlepas, kemudian lap dengan lap bersih.
Bersihkan pedal dan bagian sisi dalam gir dengan sikat dibasahi air sabun, lanjutkan dengan mengeringkan dengan lap bersih.

5. Membersihkan bagian bawah frame, gunakan lap kain dan air sabun. Lap secara merata ke seluruh bagian frame, handle bar (stang depan), bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang). Jangan lupa membersihkan kabel pemindah gigi dan penarik rem.

6. Membersikan Sistem Roda.
Gunakan lap kain dan air sabun roda depan dan belakang, anda dapat menggunakan cairan pembersih kotoran jika ada kotoran yang susah di buang, misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub dan keseluruhan roda termasuk jari-jari roda.
Jika anda menggunakan cakram pada roda anda cukup sikat dengan teliti di semua bagian cakram.

7. Mengecek Sistem Roda
Pasang kembali roda depan dan belakang, pastikan klip pengenceng roda terpasang denga baik dan dapat mengunci roda dengan sempurna. Mungkin kita sedikit menemui kesulitan untuk memasang kembali roda belakang, tipsnya masukan gir belakang di antara mata rantai dan tekan kebawah sehingga dapat masuk ke dudukan roda belakang dengan sempurna, lakukan dengan hati-hati.
Setelah semua roda terpasang cek putaran roda baik depan dan belakang amati dengan seksama apakah goyang atau tidak, jika goyang kemungkinan besar jari-jari roda perlu di stel ulang. Anda dapat memperbaikinya sendiri dengan menggunakan kunci jari2 roda atau membawanya ke bengkel sepeda.

8. Cek Sistem pengereman
Merupakan salah satu bagian fital dari sepeda ada rem, jika tidak dapat berfungsi dengan baik keselamatan kita menjadi taruhannya. Untuk mengecek rem roda depan berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem roda depan, kemudian tarik sepeda kedepan jika frame dan roda belakang terangkat berarti rem roda depan masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera ganti kampas rem depan dengan yang masih bagus.
Untuk rem roda belakang, berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem belakang, jika roda depan terangkat diantara sela kaki anda kemungkinan rem belakang masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera cek dan ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua tips untuk pengecekan sistem pengereman tersebut dapat di terapkan baik rem dengan V brake atau dengan Disc brake. Cek semua setelan kabel atau minyak rem (dish brake dengan oil).

9. Pelumas
Tip untuk melumasi bagian-bagian penting sepeda gunung anda adalah bagian rantai, shifter, sistem pengerak roda depan dan belakang (FD-RD), pedan dan lengan pedal.
Gunakan pelumas yang bagus jangan menggunakan oli bekas, gunakan cairan pelumas yang khusus untuk rantai, banyak beredar di pasaran adalah pelumas untuk rantai kendaran roda 2 bermotor.

(http://zonasepeda.com)

Minggu, 07 Februari 2010

TIPS DAN TRIK MEMILIH WHEELS SET MAVIC

Mavic merupakan salah satu vendor supplier komponen sepeda yang tidak diragukan lagi produknya. Mavic lebih dikenal dengan produkwhells set (komponen roda) baik untuk sepeda balap (road bike) ataupun Sepeda Gunung (MTB).

Apabila anda berencana membeli roda (whellset) dari Mavic wheels set untuk untuk meningkatkan performa (upgrading) sepeda balap atau sepeda gunung, kami coba untuk berikan beberapa Tips dan Trick tentang perbedaan model wheelset (komponen roda) dari Mavic dan fungsinya.

Memang tidak mudah untuk menentukan model mana yang cocok karena seri dan model dari Mavic whells set tidak memiliki urutan yang selalu sama dan dapat diprediksi (misal shimano atau yang lain).

Ketika anda mulai menjadi pembalap yang semakin ahli, ikut berkompetisi atau mulai serius dalam bersepeda baik road bike maupun MTB, maka tentunya akan lebih mudah dalam memilih roda sepeda balap atau sepeda gunung yang cocok untuk dengan pola berkendara anda.

Namun untuk pemula seperti juga penulis, biasanya akan mencari tahu informasi tersebut dari diskusi dengan teman sesama pesepeda atau seseorang ahli dalam klub sepeda anda.

Jadi apabila saat ini adalah pertama kalinya anda untuk melakukan penggantian roda, tips berikut ini paling tidak dapat memberikan sedikit gambaran perbedaan antara beberapa model roda untuk sepeda balap dan sepeda gunung dari Mavic.

Mavic Wheels Set road (sepeda balap)
Kita mulai dari wheelset untuk sepeda balap, yang biasanya akan berkurang bobotnya sebanding dengan harganya. Semakin mahal maka semakin ringan.
Mulai dari yang paling murah adalah Aksium (entry level), kemudian terdapat 4 (empat) model dari Ksyrium yaitu Ksyrium Equipe, Ksyrium Elite, Ksyrium SL, Ksyrium SL Premium, serta model terakhir yang super ringan adalam Ksyrium R-Sys.

Dalam kategori ini juga terdapat Mavic Cosmic dan Mavic Cosmic Carbone, yang desainnya sangat memperhitungkan faktor kecepatan dan akselerasi.
Menggunakan test aerodinamis dalam pembuatannya dengan sangat teliti untuk mendapatkan profil roda yang tepat.
Meskipun tidak lebih ringan daripada Ksyrium R-Sys namun mempunyai kelebihan dalam minimnya inertia dari hasil profil desainnya.

Mavic Wheels Mountain Bike (sepeda gunung MTB)
Selanjutnya kita liat jajaran roda Mavic untuk sepeda gunung, yang diklasifikasikan dalam beberapa kategori sesuai peruntukannya Cross Country, Enduro, Freeride, dan balap Downhill.
Karena kegunaannya yang berbeda-beda, terkadang harus dapat menahan goncangan, bahkan dalam tingkat yang sangat ekstrim, maka beberapa roda-roda tersebut dibuat dengan mempertimbangkan perhitungan antara faktor kekuatan dan faktor bobot.

Pertama kita mulai dari Cross Country kita temui model Mavic Crossmax, Crossmax SL, dan yang paling terakhir adalah Crossmax SLR.
Yang kedua adalah Crossride yang digunakan untuk off road sepeda gunung biasa. Tipe ini adalah entry level dengan harga yang spesial.

Pada tingkat selanjutnya kita temui Mavic Crosstail yang juga masih sangat umum bisa digunakan untuk off road. Dimana dalam model ini terdapat juga level kelas atas dengan ruji (spokes) aerodinamis dan bahan special alloy untuk rim. Roda ini juga bisa digunakan untuk tipe ban tanpa tube (tubeless).

Dalam kategori downhill dan freeride ditemui dua model yaitu Mavic Deemax dan Mavic Deetraks. Bobot Deemax cukup berat karena didesain agar tahan terhadap goncangan dan siksaan medan. Sedangkan Deetraks adalah roda khusus dengan rim lebar untuk freeride, mungkin model ini
adalah yang paling tangguh.

Demikian sedikit gambaran beberapa model roda dari Mavic dari masing-masing model dan kegunaannya. Semoga dapat memberikan bekal bagi anda dalam memilih mana yang cocok untuk anda dan kebiasaan bersepeda anda

(http://zonasepeda.com)

Jumat, 05 Februari 2010

TIPS DAN TRIK BERSEPEDA DI TANJAKAN

Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.
Zona sepeda kali ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi kesulitan ketika kita bersepeda pada trak tanjakan (
climb).

Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).

Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).

Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB.

Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.

Penyesuaian Suspensi :
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk
medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena
suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.

Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.

Teknik Shifting
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.
Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil, karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.

Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.

Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.

Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.

Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.

Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.

Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.

Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.

Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).

Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.

Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.

Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.

Bar End

Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.

Diambil dari www.zonasepeda.com

Kamis, 04 Februari 2010

SEPEDA GUNUNG (MTB) RAKITAN – GIANT ATX 9 ALL TERRAIN CROSS COANTRY


Total Harga : Rp. 4.500.000
Sepeda MTB Rakitan Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry
Tips membeli sepeda pada dasarnya ada dua macam, membeli jadi (fullbike) dan merakit sendiri. Hal tersebut berlaku ketika kita ingin memiliki sepeda gunung (MTB) maupun sepeda balap (roadbike). Membeli sepeda jadi atau fullbike memberikan keuntungan sendiri karena kita tidak perlu repot untuk memilih spesifikasi komponen yang akan kita gunakan.

Banyak orang merasa lebih puas dengan merakit sepeda sendiri meski dana yang dikeluarkan lebih banyak atau bahkan lebih hemat, keuntungan merakit sendiri sepeda yang kita diantaranya adalah kita bisa memilih komponen-komponen sepeda sesuai dengan yang kita inginkan. Kenapa orang tidak membeli fullbike? adakalanya sepeda yang diinginkan terdapat komponen yang kurang pas dengan keinginan kita, misal kita ingin membeli sepeda merek polygon akan tetapi komponen (grupset) dsbnya ingin kita rubah dengan komponen yang lebih murah atau bahkan lebih mahal.

Selain sepeda rakitan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita, dengan merakit sepeda sendiri, pengalaman kita dalam merakit dan mengetahui detail sepeda yang akan kita rakit semakin bertambah. Dengan berbekal pengalaman tersebut jika terjadi sesuatu yang kurang pas pada sepeda rakitan yang kita buat, kita dapat memperbaikinya sendiri dan tentunya akan sangat mengirit dana (budget) yang kita keluarkan untuk sebuah sepeda.

Berikut zonasepeda mencoba mereview sepeda gunung (MTB) rakitan dengan Frame Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry, kunci utama dalam merakit sendiri sepeda gunung adalah sesuaikan dengan budget kita jangan sampai membengkak karena adanya komponen yang terlalu mahal sehingga komponen lain tidak terbeli.

Jika kita merakit sebuah sepeda gunung modal dasarnya adalah frame (rangka) sepeda gunung, frame sangat vital dalam sebuah sepeda karena selain sangat berpengaruh pada kenyamanan, frame merupakan pondasi dari sebuah sepeda gunung.

Sesuaikan ukuran frame dengan ukuran kita, rata-rata orang indonesia menggunakan ukuran frame 16-20 untuk dewasa, sepeda gunung mtb yang akan kami ulas menggunakan frame dengan ukuran 16.

Dengan dana 4,5 jt sepeda berhasil di bangun dengan frame Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry (generic) warna hitam, grupset menggunkan Shimano. Untuk Roda (Wheelset) menggunakan alexrims.

Berikut spesifikasi Sepeda gunung Rakitan – Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry.


Frame : Giant ATX 9 All Terrain Cross Coantry
SL 6000 series aluxx superlight allumunium Alloy.
FORK : RST GILA Rapid Suspension
BB : -
BRAKE LEVERS : Shimano V-brakes
BRAKES F/R : Bengal
CHAIN : -
CHAINWHEEL : Shimano
DERAILLEURS F/R : Shimano Alivio/Shimano Altus
HANDLEBAR : Kalloy 6061 PG
STEM : Zoom
HEADSET : -
HUBS : B
PEDALS : Shimano
RIMS : AlexRims
SADDLE : Selle Royale Energy
SEAT CLAMP : -
SEATPOST : Kalloy
SHIFTER F/R : 3 Speed Shimano/8 Speed Shimano include brake levers
TIRE F/R : Kenda

Dengan spesifikasi diatas sepeda rakitan dengan frame generic ATX 9 All Terrain Cross Coantry telah siap untuk digunakan, Rider zonasepeda Arifin mencoba untuk offroad dan downhill dengan medan yang tidak terlalu ekstrim. Hasilnya cukup memuaskan, penyesuaian lebih pada suspensi depan dan jenis ban, untuk jenis ban jika lebih banyak digunakan untuk keseharian bisa dipilih ban dengan tapak tidak terlalu besar sehingga tetap enjoy meski di kendarai di jalan aspal.

Jadi tunggu apa lagi mari bersepeda, jika dana berlebih atau kurang tidak menjadi masalah. Merakit sepeda adalah hal yang mengasikkan, jika peralatan untuk merakit (toolset dsbnya) tidak ada, kita dapat mempercayakan perakitan pada Toko sepeda langganan kita. Happy Genjot..

Kamis, 30 Juli 2009

PROFIL DESAINER BLOG BT COMM

karena gaptek dan tua-tua untuk urusan desain blog dibantu teman yang satu ini. namanya farid. sayang sepedanya dipinjam orang, sampai sekarang gak kembali (ilang rek).

Rabu, 29 Juli 2009

KENAPA BERSEPEDA GUNUNG?

Beragam alasan mengapa orang bersepeda gunung baik di medan off-road maupun on-road dalam kota. Ada yang beralasan menjaga kesehatan atau berolah-raga, sekedar hobi, kebutuhan tranportasi yang ekonomis, mencari nafkah, mengejar prestasi melalui perlombaan, meningkatkan pergaulan, maupun yang sekedar mengikuti tren bersepeda gunung.

Cobalah, sekali-sekali berkunjung kelokasi trek Bukit Holliwood gresik yang terletak di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik, pada hari sabtu, minggu atau libur; maka akan ditemui banyak pesepeda gunung dengan beragam alasannya. Ada yang menyempatkan waktunya mampir kesini untuk mencicipi trek yang dibuat oleh teman-teman BT Community.

Bersepeda gunung tidak lagi hanya popular untuk kegiatan off-road melainkan juga sebagai sarana transportasi dalam kota (b2w = bike-to-work), khususnya mereka yang peduli dengan keadaan polusi udara, kemacetan yang semakin parah, hingga alasan kebutuhan transportasi yang terjangkau. Bersepeda gunung kinipun telah dilirik sebagai sarana pergaulan yang tidak mengenal “kasta”, dimana penggemar bersepeda gunung kini telah diminati mulai dari office-boy, karyawan biasa, manajer hingga pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah, dari bupati hingga pejabat teras pemerintah, dari pegawai biasa hingga pemilik perusahaan.

Semuanya bergabung dan menyatu ketika roda sepeda mulai menggelinding, “kasta”pun akhirnya ditentukan oleh dengkul dan nafas. (korlap)

Selasa, 16 Juni 2009

Tour de Songgoriti


tgl 6-7 Juni 2009, keluarga bt comm trial ke songgoriti